Garuda Didadaku


Written on 27 Desember 2010 – 08:08 | by gustiawan

satu gol, biasa dua gol,luar biasa, tiga gol kebagetan !,entah apalagi yang harus dikomentari para pencinta sepakbola Tanah Air,kecewa sudah pasti !, sumpah serapah ? sudah gak berguna, berdoa mungkin jalan yang terbaik untuk melapangkan nafas di dada yang sesak…
Sinar Laser atau apapun yang salah satunya menyebabkan Indonesia kalah,tapi kita harus mengakui dengan Jantan bahwa Timnas Malaysia memang bermain bagus,solid..Itulah sepak bola semuanya bisa terjadi dilapangan, tak perduli lagi data data usang yang menggambarkan Timnas Indonesia lebih bagus dipartai sebelumnya.
Kita sebagai anak Bangsa jangan cuma memuja disaat menang dan mencaci disaat kalah, layaknya seorang sahabat susah senang ditanggung bersama….sekarang ini yang diperlukan adalah energi pendongkrak semangat bagi Tim Merah Putih, lupakan kekalahan, lupakan kesedihan,masih ada sisa pertandingan kedepan, kita susun kembali kekuatan mental yang porak poranda dengan diiringai doa yang tulus,semoga menuai hasil yang lebih baik..Bravo Sepak Bola Indonesia..

PSSI VS URUGUAY,bukan suatu kemustahilan


Written on 6 Oktober 2010 – 14:49 | by gustiawan

Ada berita besar yang akan menyedot jutaan pasang mata diseluruh Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2010, apalagi kalau bukan pertandingan Big Match antara Timnas Indonesia versus Timnas peringkat 7 dunia U-R-U-G-U-A-Y.Kehadiran Timnas Uruguay sedikit banyak mengistirahatkan hiruk pikuk politik dinegeri ini,mulai dari perampokan Bank, Kerusuhan Ampera hingga makin tenggelamnya kasus Bank Century, semuanya yang hobi akan si kulit bundar akan diam terpaku di Stadiuon Gelora Bung karno atau meyepi di depan televisi hingga 2×45 menit,tak perduli harus nonton di warung kopi ataupun di Cafe-cafe bergengsi.Semuanya tentunya sebagai anak bangsa yang cinta akan negeri ingin melihat Tim kesebelasan Indonesia dapat berbuat banyak menghadapi Uruguay, nama besar Tim memang bukan jaminan, tetapi untuk Tim sekaliber Uruguay kehebatannya sudah tidak dapat dipungkiri, entah butuh berapa banyak doa yang bisa menghantarkan Timnas Indonesia memenangkan pertandingan..sedikit pesimis memang, dan itu hal wajar mengingat Tim Uruguay bertabur bintang, sebut saja Diego Forlan pemain terbaik Dunia 2010 (kabar terakhir batal datang ke Indonesia :( hik ),yang konon meminta tambahan hingga $20 ribu,180 juta !. Biaya rasanya tak jadi masalah dan akan terbayar lunas jika kita menyaksikan aksi minus Diego Forlan dkk menari nari di Istora Senayan.Kita sebagai rakyat hanya berdoa semoga Timnas kita hasil besutan pelatih asal Austria itu bukan hanya sekedar meyaksikan bobolnya gol demi gol ke gawang Indonesia tetapi juga Tim kita bisa menggetarkan jala yang dikangkangi Fernando Muslera.Itu bukan kemustahilan !, 4 miliar bukan apa apa,untuk mendatangkan Tim Uruguay demi kemajuan persepakbolaan Negeri ini.semoga suatu saat nanti Uruguai vs Indonesia sejatinya bisa benar benar berlaga di Piala Dunia, entah kapan…..semoga..semoga

Tags:

Mimpi Kiamat..(lagi)…


Written on 6 Juli 2010 – 10:07 | by gustiawan

untuk kedua kalinya dalam selang waktu yang lumayan berjauhan mimpi tentang  kiamat, entah apa yang terjadi tadi malam, sehingga terbawa kealam mimpi, rasanya tidak ada sebab dari film, atau apa..mimpi itu mengalir bak seketsa lukisan indah..langit berhamburan beserta isinya, sambil terpana aku dan ibuku yang hanya berdua memandangi porak-porandanya alam, hingga beberapa saat kemudian aku dan ibuku ikut meninggal tanpa terasa…ruh melihat di alam sana begitu banyak manusia, milyaran mungkin, orang barat ( karena terlihat berbeda dalam berpakaian dalam pengelihatan) berkumpul terpisah dengan orang muslim, ada suara entah dari mana menyebut nama Sait bin tsabit untuk maju berjalan bersama rombongan yang pasti menuju surga ( ak cari di internet siapa dia ternyata seorang mujahid islam, begitu tampan, walau muka tidak begitu jelas…, ak melihat juga orang yang cacat kakinya tidak bisa berjalan ( kecil sebelah ) setelah diurut entah dengan siapa,cuma aku tau itu proses urut langsung bisa berjalan…yang aku pikirkan saat itu..kapan kita akan masuk kedalam barisan menuju surga, sedangkan manusia yang aku lihat begitu banyak tak terkira…sampai anakku membangunkan aku dari tidur…

Hotel dan Lembaga Pemasyarakatan, Adakah bedanya ?


Written on 12 Januari 2010 – 08:47 | by gustiawan

Ironis dan sungguh memperihatinkan !
Mugkin kata kata itu belumlah cukup untuk menggambarkan kondisi LP bagi orang orang ” the have”,bagaimana tidak bagi “mereka” Lembaga Pemasyarakatan tidak ubahnya adalah rumah mini kesenangan duniawi yang tidak akan terhapus begitu saja setelah palu hakim terketuk bersalah !, AC,Kasur empuk,Sound system,alat kecantikan,Computer dll ikut menjadi saksi mati betapa kemewahan tidak akan pernah lepas dari baju kebesaran yang yang namanya status.status sosial.status sosial ikut menentukan nyaman tidaknya seorang di Lembaga Pemasyarakatan.Apakah pantas seorang tahanan menikmati fasilitas hotel bintang 5 ?, memang semua kenikmatan duniawi dengan modal uang sendiri, tapi itu adalah bukan suatu alasan dari jawaban, kenapa bisa bisa hidup mewah di dalam jeruji besi ? Alasan dan jawaban yang tidak bisa diterima dengan akal sehat !.Yang lebih menyedihkan lagi orang yang bertanggung jawab seakan menutup mata dan membiarkan semuanya terjadi.sedih,geram,benci,muak campur aduk dibenak masyarakat, apakah ini potret buram LP di Indonesia ?.Setelah terkuaknya kasus ini diseantero jagat Indonesia mudah mudahan membuka mata,bukan hanya mata telanjang tapi juga mata hati para pejabat yang berkuasa akan ketidak adilan yang terjadi di lembaga Pemasyarakatan,sejatinya lembaga pemasyarakatan ajang untuk menggembalikan orang kejalan yang benar,tempat introspeksi diri,tempat “penebus dosa” jiwa yang bersalah menjadi kata yang tidak menyeramkan lagi bagi sebagian orang.Uang dapat membeli semuanya,uang dapat berbicara segalanya dan uang dapat memarjinalkan martabat bangsa dan melukai hati rakyat yang banyak hidup dibawah garis kemiskinan.semoga saja perlakuan terhadap mereka di Lembaga Pemasyarakatan tidak akan pernah terjadi lagi.Tindakan tegas rasanya pantas dan sangat diperlukan dalam membuat efek jera bukan hanya untuk para tahanan tertentu tapi juga para pejabat yang terlibat ikut membantu dan memfasilitasi, apapun bentuknya,sehingga kemewahan itu bisa tercipta di Lembaga Pemasyarakatan.SEMOGA.

Menyambut Tahun Baru 2010


Written on 29 Desember 2009 – 08:06 | by gustiawan

2010 tiba…2009 berlalu. Sebenarnya pergantian tahun sudah sangat sangat biasa terjadi tiap tahun, tinggal bagaimana kita menyikapi pergantian tahun tersebut, mau pesta silahkan,mau nyemplung ke air laut ditengah malam monggo,bertapa di goa tidak ada yang ngelarang (hati2 ada uler)..mau mau yang sangat konyol kadang.tapi itulah fenomena pergantian tahun baru.sejatinya pergantian Tahun Baru disikapi dengan Introspeksi diri,sejauh mana kita sudah berbuat untuk diri sendiri dan orang lain ,apakah sudah semakin baik dan bijak atau malah sebaliknya,  menusuk hati.Semoga ditahun 2010 nanti menjadi ajang pensucian diri,walau tidak 100 % berubah, tapi itikad yang mulia sudah sebagai langkah awal yang baik.SEMOGA.

Selamat Para Pejuang Olah Raga !


Written on 23 Desember 2009 – 14:00 | by gustiawan

Tetesan keringat seakan terbayar lunas melihat hasil yang diperoleh oleh pejuang olah raga Indonesia, kita sebagai anak bangsa ikut angkat topi akan kesuksesan Tim Sea Games Indonesia bertengger diposisi 3 dengan 43 emas, 53 perak dan 74 perunggu, lebih baik dari tahun 2007 diposisi 4,walau secara kuantitas perolehan mendali menurun dari tahun 2007.tahun 2007 Indonesia menggondol 56 Emas 64 perak dan 83 perunggu,jangan membahas masalah kuantitas..semoga perhelatan 2 tahun kemudian Indonensia bisa menjadi kampium dengan asumsi jumlah penduduk indonesia yang melimpah, bukan mustahil akan jadi kenyataan…semoga…

UMR VS KEBUTUHAN HIDUP


Written on 15 Desember 2009 – 13:10 | by gustiawan

2010 sebentar lagi, semua orang seantero jagad bersiap siap menyambut pergantian tahun dengan hitungan mundur 10,9,8,7,6,5,4…..sebenernya dengan hitungan maju pun gak ada pengaruhnya ..sami mawon.waktu jalan terus.Dus..seandainya kita tidak merayakan tahun baru apakah kita tidak boleh hidup di 2010…suka tidak suka,rela tidak rela pergantian tahun akan datang juga..JADI NGELANTUR…..50-ribuan

UMR..yah kenaikan UMR  cuma 4.5 % di DKI JKT serbanding dengan Rp.48.144  !!!!! 1 tahun hanya Rp. 48.144 ,dari Rp.1.069.865 tahun 2009 menjadi Rp.1.118.009..apapun argumen dan analisis dari orang yang gelarnya berenteng (merasa pinter) tentang kenaikan UMR yang dibawah  5 % akan makin menyengsarakan atau makin memiskinkan orang orang yang sebagian besar dasarnya sudah miskin.Entah apa teori yang digunakan.Miris..itulah kata yang paling tepat …Kebutuhan hidup semakin tinggi… atau sudah ada orang yang bisa merasa cukup dengan UMR ??….

Prita VS Keadilan


Written on 8 Desember 2009 – 08:35 | by gustiawan

Uang koin selama ini sangat termarjinalkan, betapa tidak secara tidak langsung pecahan terkecil di masyarakat adalah uang 1000. 500,50 atau 25 rupiah dianggap pelengkap belaka, bahkan nasib uang pecahan 50 dan 25 tidak berharga lagi atau dikatakan sudah tidak ada,derajatnya lebiih rendah dari permen ! padahal angka 1.000.000.000 jika kurang 25 Rp belum bernilai 1 milyar !. Tapi semenjak kasus prita menyeruak, nasib koin sedikit terangkat…uang koin menjadi berguna jika disatukan atau kalau mau iseng ditimbang dengan 2.5 ton bisa berjumlah 204 juta !…tidak percaya …silahkan kalau ada timbang sendiri ! Uang koin dan rasa keadilan rasanya tidak nyambung, tapi uang koin menjadi cerminan rakyat kecil secara tidak langsung, uang koin seperti nasib kebanyakan rakyat kebanyakan di Indonesia..tidak mudah mencari keadilan ….semoga dengan uang koin itu menjadi simbol pendobrak rasa keadilan yang sekarang ini di rasa teramat jauh dari rakyat kecil…

Mimpi Kiamat


Written on 7 Desember 2009 – 07:28 | by gustiawan

Tak ada yang bisa diucapkan setelah kejadian mimpi kiamat….apakah kita masih berlumur dosa hingga menjadikan kita takut akan yang namanya mati…..

Pekerja VS Upah


Written on 2 Desember 2009 – 15:52 | by gustiawan

Pekerjaan dan upah seharusnya berbanding lurus, tapi ada pepatah “pangkat kopral gaji jenderal”…lah kok  bisa ya ?…..ya bisa kan ini Indonesia.Tak perlu dibahas siapa yang beruntung dengan pepatah itu, nanti malah jadi fitnah.Kita berbangga kalau pekerjaan baik dan bergaji besar,tapi sebaliknya..menyedihkan…seakan hidup manusia akan berguna jika semuanya yang baik melebur menjadi satu…ah..menyedihkan bagi yang tidak seperti itu.Kita tidak usah menghujat Tuhan yang tidak adil, karena semuanya sudah ada yang mengatur….setuju ????